Natalie Margaretha Hamil Saat Meninggalkan Rumah? - ( 53L385 )

Kapanlagi.com – Go Lie Ming, suami Natalie Margaretha mengatakan kalau istrinya sering meminta cerai dengannya saat masih tinggal satu atap. Itulah yang membuat Lie aneh dan memutuskan untuk menyelidikinya.

“Saya ditantang cerai terus sama dia, untuk perempuan itu tak lazim. Akhirnya saya cari tahu sendiri, dan setelah dia keluar dari rumah baru saya tahu,” ujarnya di Rasa Restaurant, Hotel Intercontinental, Jakarta, Minggu (29/9).

Natalie Margaretha Foto: KapanLagi.comNatalie Margaretha Foto: KapanLagi.com

Malah, Lie menduga kalau istrinya sedang hamil anak dari Robert Nitiyudo Wacho, mantan suami Yenny Rachman, saat meninggalkan rumah. Makanya ia yakin, itu salah satu alasan Natalie meninggalkan rumah. “Karena dia berbadan dua saat meninggalkan rumah,” katanya.

Penyelidikan yang dilakukan Lie tak berhenti sampai disitu, ia mengatakan kalau saat ini Natalie juga sudah tinggal di lokasi Apartemen yang sama. “Mereka tinggal di apartemen yang sama dengan tower yang sama, dari situ pakai logika saja,” pungkasnya.

  • Natalie Margaretha Selingkuhan Mantan Suami Yenny Rachman?
  • Orang Tua Natalie Margaretha Curi Perhiasan Menantunya?
  • Istri Daus Mini: Papi Gak Mungkin Tergoda Kalau Tidak Digoda
  • Tinggalkan Henry Cavill, Kaley Cuoco Tunangan Dengan Pria Lain
  • Istri Daus Mini Bantah Terima 70 Juta Demi Settingan

(kpl/aal/rzm)



Lamaran, Delia Septianti Pakai Adat Betawi - ( 53L385 )

Kapanlagi.com – Kabar bahagia datang dari penyanyi Delia Septianti dan kekasihnya, Tofan. Keduanya, hari ini, Minggu (29/9) pada pukul 10.00 WIB telah melangsungkan acara lamaran.

Dihubungi lewat telepon, Minggu (29/9) malam, ibunda Delia, Corry mengungkapkan bahwa acara lamaran tadi pagi berlangsung lancara. Adat betawi pun dipakai dalam acara lamaran mantan vokalis Ecoutez itu.

“Iya hari ini lamaran, tadi jam 10 pagi. Maaf banget tadi acaranya privat yang datang keluarga saja, jadi ga bisa undang media. Iya,sekitar 50 sampai 60 orang datang,” ungkap Corry.

Delia Septianti lamaran Foto: dokumen pribadiDelia Septianti lamaran Foto: dokumen pribadi

“Tadi pakai adat betawi. Ada palang pintu, pantun-pantun gitu, lucu, hehe. Ayahnya yang cowo kan medan, ibunya betawi,” lanjutnya.

Delia akan melaksanakan akad nikah di Masjid Pondok Indah pada 25 Oktober mendatang pada pukul 16.00 WIB dan dilanjutkan dengan resepsi kecil-kecilan. Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober akan digelar pengajian pada malam hari dan besoknya akan dilakukan siraman.

Ditanya soal persiapan pernikahan anaknya, Corry mengatakan bahwa semua telah siap.”Semua udah beres tinggal tunggu hari H. Insya Allah awal tahun depan ada resepsi yang lebih besar,” tandasnya. (kpl/pur/rzm)



‘STAR WARS 7′ Digarap Dalam Format IMAX - ( 53L385 )

Kapanlagi.com – JJ Abrams bakal mencurahkan idenya habis-habisan untuk film STAR WARS: EPISODE 7. Salah satu pembuktiannya adalah dengan menggarap film fiksi ilmiah populer ini dalam format IMAX. Kabar tersebut didapat dari chief executive studio Richard Gelfond.

“Kami sedang berbicara dengan JJ Abrams tentang rencana penggarapan STAR WARS dengan menggunakan kamera IMAX,” ujar Gelfond seperti dikutip dari The Hollywood Reporter. Kamera tersebut sudah banyak dipakai sutradara terkenal lainnya seperti Christopher Nolan (INTERSTELLAR) dan Michael Bay (TRANSFORMERS: AGE OF EXTINCTION).

Tidak seperti film STAR WARS sebelumnya yang disutradarai oleh George Lucas, film STAR WARS garapan Abrams ini akan direkam dengan kamera 35mm. Kamera tersebut sudah pernah ia gunakan saat menggarap film SUPER 8, MISSION IMPOSSIBLE III dan dua film STAR TREK terbaru.

STAR WARS EPISODE 7 rencananya akan ditayangkan di bioskop pada tahun 2015 mendatang. Beberapa bintang legendaris STAR WARS seperti Harrison Ford, Mark Hamill dan Carrie Fisher dikabarkan akan bermain dalam film terbaru ini.

  • Bioskop OJK Sambangi Bekasi
  • Bikin Kesal, Dewi Perssik Minta Maaf Kepada Fifie Buntaran
  • 7 Adegan Kerasukan Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah
  • ‘INSIDIOUS 2′ Jadi Film Terseram, Ini Fakta Pendukungnya
  • Tonton Teaser ‘THE AVENGERS: AGE OF ULTRON’ Ini!

(dgs/dka)



Sara: Kolaborasi Indonesia-India Bikin Film Bagus - ( 53L385 )

TEMPO.CO, Jakarta – Rahayu Saraswati menilai Indonesia dan India memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Ditemui di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 September 2013. Wanita yang biasa disapa Sara itu berada di sini karena menjadi pembicara diskusi 100 tahun film India.

Wanita kelahiran, 27 Januari 1986 ini melihat Indonesia dan India memiliki banyak persamaan. Misalnya dalam hal bermusik seperti dangdut, kemudian kain-kainnya dan juga film. Bahkan dalam sejarahnya pun kedua bangsa ini memiliki hubungan manis melalui para tokohnya seperti Jawaharlah Nehru, Indira Gandhi dan Soekarno, Soeharto.

“Yang saya perhatikan di industri film pun memiliki kekuatan untuk bisa bersama karena ada benang merahnya,” ungkapnya panjang lebar.

Wanita yang membintangi film Merah Putih, Darah Garuda dan Java Heat ini mengatakan kalau saja ada kolaborasi yang indah Indonesia India, tentu akan membuat film yang bagus.

“Kita bisa saling mengisi. Indonesia punya pengalaman, kitapun sama pengalaman dan kekuatan pada ide yang bersumber dari berbagai permasalahan,” ujar dia. 

Memang tak dipungkiri keponakan Prabowo Subianto ini sudah pernah terjadi beberapa kali kolaborasi film Indonesia India.

“Ada beberapa dan bagus-bagus juga. Tetapi sekalilagi saya yakin apabila kita serius melakukan kolaborasi tentu akan menghasilkan film yang bagus,” kata Sara.

HADRIANI P/ NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat

Mobil Murah

Kontroversi Ruhut Sitompul

Mun’im Idris Meninggal

Info Haji

Tabrakan Maut

Berita Terpopuler

Tiap Malam Makam Uje Dibersihkan

Band Kotak Konser Ultah ke-9 di MEIS, Ancol

Kembali Ngamuk, Novi Amelia Dibawa ke RSKO

Olga Tidak Hadir di Dahsyat, Izin Sakit

Film Rush, Ketika Ron Howard Menjajal Sirkuit



Rahayu Saraswati Yakinkan Karir Film pada Keluarga - ( 53L385 )

TEMPO.CO, Jakarta -Menekuni dunia film seolah menjadi cinta pertama dalam hidup Rahayu Saraswati. Putri kedua Hashim Djojohadikusumo yang menekuni dunia akting melalui film Merah Putih, Darah Garuda dan Java Heat.

“Perjuangan saya sebagai aktris sudah 12 tahun, meski kalau dilihat saya lebih banyak bermain di luar negeri,” kata wanita yang biasa disapa Sara ini ditemui di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 September 2013. Sara berada di sini karena menjadi pembicara diskusi 100 tahun film India.

“Dunia akting menjadi kecintaan saya. Latar belakang menekuni seni peran bermula dari aktif di teater kampus, Universitas Indonesia. Menyadari kalau ingin lebih sukses yang harus ke dunia film,” kata Sara.

Gadis kelahiran 27 Januari 1986 itu menuturkan perjuangannya memilih dunia akting sebagai jalan hidupnya bukanlah tanpa halangan. Dia berkisah harus berjibaku membuktikan pada kedua orang tua bahwa jalan yang dipilihnya bukanlah hanya semata-mata dirinya ingin menjadi artis. Sara mensyukuri keluarganya selalu mendukung, meski pada awal terbesit juga kekhawatiran.

“Mereka merasa khawatir karena papa itu masih tradisional dan konservatif. Apa lagi ibu saya, beliau merasa khawatir kehidupan artis yang drug atau apa,” ujarnya.

Jalan berliku meyakini keluarga bisa dilalui dan orang tua beserta keluarganya melihat kesungguhan Sara serius bukan semata ingin menjadi artis yang suka glamor. “Saya orangnya idealis dan saya suka dunia film dan aktivis yang kini menjadi jalan hidup,” kata putri Anne Djoyohadikusumo ini sambil tertawa bahagia.

Keponakan Prabowo Subianto ini mengatakan atas pilihannya ini, bisa dimengerti orang tua dan keluarga yang merupakan darah pebisnis dan pengusaha yang masih mengalir dari jejak sang kakek begawan ekonomi Indonesia, Sumitro Djoyohadikusumo.

“Saya selalu menjaga komitmen dan tanggung jawab. Saya katakan berkarir di film juga perjuangan jangan dilihat sebatas glamornya. Tetapi membuat film saja, bintang dan kru harus syuting berjam-jam, berhari-hari, minggu, bulan bahkan tahun meninggalkan keluarga atau orang dicintai, itu sebuah pengorbanan besar

yang harus dihargai,” ujarnya.

HADRIANI P/ NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat

Mobil Murah

Kontroversi Ruhut Sitompul

Mun’im Idris Meninggal

Info Haji

Tabrakan Maut

Berita Terpopuler

Dipo: Anggaran Perawatan Benda Seni Minim

Tiap Malam Makam Uje Dibersihkan

Band Kotak Konser Ultah ke-9 di MEIS, Ancol 

Kembali Ngamuk, Novi Amelia Dibawa ke RSKO

Olga Tidak Hadir di Dahsyat, Izin Sakit



Sara : Standar Unesco Memicu Perfilman Nasional - ( 53L385 )

TEMPO.CO, Jakarta -Marak dan era bangkitnya perfilman Indonesia menarik perhatian Rahayu Saraswati, 27 tahun. Keponakan Prabowo Subianto ini ditemui di Four Season Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 25 September 2013. Sara, demikian sapaannya berada di acara ini karena menjadi pembicara diskusi 100 tahun film India mengatakan.

“Indonesia punya potensi besar untuk memajukan industri perfilmannya. Kita bahkan bisa membuat film yang lebih bagus karena negara kita kaya akan budaya dan ide. Sayangnya masih sedikit peran pihak ‘berwenang’ yang seharusnya ikut memajukan perfilman di Tanah Air,” kata wanita berkulit hitam manis itu.    

Sara mengatakan Unesco menaruh standar pada setiap negara adalah setiap 10 ribu penduduk harus ada satu layar.

Menurutnya, di Indonesia masih membutuhkan 24 ribu layar untuk memenuhi standar dari Unesco. Yang hebat di India sekitar 12 sinema untuk sejuta jiwa.

“Tidak heran karena di mana-mana ada film India. Dan di sana, setiap pergi ke manapun selalu ada bioskop. Di sana akses untuk perfilman sangat bagus. Film bisa diakses dan dinikmati oleh masyarakatnya, berbeda dengan Indonesia,” ujarnya sedih.

Masih di dunia film, Sara juga menerangkan yang membuat perbedaan menyolok di India industri perfilman menyerap enam juta penduduk. Sementara di Indonesia, meski kini era perfilman sedang bangkit namun untuk penyerapan tenaga atau lapangan kerjanya masih seratus ribu.

“Saya yakin dunia filma kita membanggakan. Lihat saja sejarah perfilman Indonesia tidak kalah justru berpotensi. Yang penting memang harus melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah,” kata dia.

Sara melihat perfilman punya peran penting untuk perekonomian dan devisa negara.

“Bujet atau biaya di bidang perfilman punya andil besar untuk pajak yang seharusnya pajak bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.”

HADRIANI P/ NANDA HADIYANTI

Topik Terhangat

Mobil Murah

Kontroversi Ruhut Sitompul

Mun’im Idris Meninggal

Info Haji

Tabrakan Maut

Berita Terpopuler

Tiap Malam Makam Uje Dibersihkan

Band Kotak Konser Ultah ke-9 di MEIS, Ancol

Kembali Ngamuk, Novi Amelia Dibawa ke RSKO

Olga Tidak Hadir di Dahsyat, Izin Sakit

Film Rush, Ketika Ron Howard Menjajal Sirkuit



Art Summit Indonesia 2013 Digelar 8 – 25 Oktober   - ( 53L385 )

TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia akan menggelar Art Summit Indonesia 2013 pada 8 hingga 25 Oktober 2013. Festival seni kontemporer dunia ini mengusung tema Contemporary Art and the Making of Its Market.

Art Summit tidak hanya sebagai festival seni pertunjukan tapi juga sarana memasarkan seni pertunjukan di Indonesia dan memberi edukasi masyarakat mengenai nilai tambah seni.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, acara ini untuk  menciptakan pasar pertunjukan seni kontemporer,”Bukan menjadikan komersialnya, supaya orang kreatif di seni pertunjukan bisa mendapat pendapatan yang layak dari berkarya dan berkreasi,” katanya pada jumpa pers, Kamis, 26 September 2013.

Menparekraf menjelaskan, pelaku kreatif di Indonesia memiliki kreatifitas tinggi dan harus diberi nilai layak bagi pihak yang mendukungnya. Menilai potensi pasar pertunjukan di Indonesia, Mari mengatakan, Indonesia memiliki potensi sangat besar. Tidak hanya melalui pementasan reguler, para pelaku seni pertunjukan juga sering kali dilibatkan untuk tampil dalam acara-acara bertaraf nasional hingga internasional.

»Untuk membuat suatu pertunjukan yang bagus, bayangkan berapa banyak pekerja yang terlibat disitu? Kita juga harus meningkatkan manajemen dan pemasaran dari seni pertunjukan, dari situlah baru bisa kita mendapat nilai yang layak bagi orang kreatif. Saya lihat perkembangan seni di Indonesia luar biasa, yang tradisional tetap ada tapi yang kontemporer juga sangat berkembang dengan basis tradisional,” papar Menparekraf.

Art Summit Indonesia 2013 akan diselenggarakan di empat tempat berbeda, yaitu di Bali, Jakarta, Yogyakarta, dan Solo, dengan melibatkan perguruan tinggi seni sebagai tuan rumah.

Pembukaan Art Summit Indonesia 2013 di ISI Denpasar, Bali, tanggal 8 Oktober 2013, berdekatan dengan penutupan perhelatan KTT APEC. Menparekraf berharap para delegasi APEC yang masih berada di Bali dapat menghadiri dan mengapresiasi acara Art Summit Indonesia.

Sebanyak 300 seniman akan tampil pada pergelaran seni pertunjukan yang digelar tiga tahunan sekali, yang akan berlangsung pada tanggal 8 sampai dengan 25 Oktober 2013, dengan melibatkan seniman-seniman lokal dan internasional dari berbagai negara, seperti Korea Selatan, Cina, Austria, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. (Baca: Art Summit Indonesia Sajikan 10 Pentas Dunia | senihiburan …)

Ada Ensamble Reconsil dari Austria, Arco Renz dari Jerman, Korean National Dance Company dari Korea Selatan, Ensamble ConTempo dari Cina, dan Gandini Junggling dari Inggris.

Acara tersebut menggandeng enam perguruan tinggi seni, antara lain ISI Solo, ISI Denpasar, ISI Yogyakarta, ISI Padang Panjang, STSI Bandung, Institut Kesenian Jakarta, serta kelompok seni pertunjukan lainnya, seperti Teater Tetas, teater CCL, Suarasama Irwansyah, Vera Siak Dance, Dedek Wahyudi, Oya Yukarya, dan Dody Satya Ekagustiman.

Pada 23 Oktober digelar seminar internasional di Universitas Negeri Jakarta, menampilkan pembicara Hans Georg Knopp dari Jerman, Paula J.Bennet dari Amerika Serikat, Anothai Nithibone dari Thailand dan Miroto, serta Yudi Sukmayadi dan Endo Suanda dari Indonesia.

Penyelenggaraan Art Summit Indonesia 2013 akan menampilkan beberapa jenis acara termasuk workshop yang terkait dengan pemasaran seni pertunjukan. Menparekraf mengharapkan dari workshop masyarakat mengerti nilai tambah dari pertunjukan seni kontemporer.

Direktur Seni Pertunjukan dan Industri Musik pada Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Juju Masunah, sebagai penanggung jawab mengungkapkan, Art Summit Indonesia digelar sejak 1995 ditujukan juga sebagai media komparasi karya kontemporer Indonesia dan luar negeri.

»Di sana pertemuan para pelaku seni untuk saling belajar budaya dengan masing-masing negara dan saling belajar untuk meningkatkan pengetahuan seni kontemporer” kata Juju.

Menurut Juju, pelaksaan Art Summit Indonesia 2013 juga ditujukan untuk mempersiapkan karya-karya kontemporer anak negeri yang memiliki »kualitas eksport” dan berpotensi untuk ditampilkan pada khalayak internasional melalui festival seni di luar negeri.

EVIETA FADJAR

Berita Terpopuler

Dinas Pemakaman Tegur Keluarga Uje Soal Makam  

Robert Pattinson Kencani Dylan Penn  

Alona Tahu Vicky Punya Istri Ketika Dekati Zaskia  

Teman Dul Main Game Sebelum Tabrakan Jagorawi

Jonathan : Tidak Ada Pembongkaran Makam Uje